Pemberitahuan!!!

1 Feb

Bagi Radiografer Banten yang belum memiliki SIR dan SIKR harap segera membuatnya, karena pemerintah provinsi akan segera mendata jumlah radiografer yang ada di Banten (keseluruhannya). dan bagi yang ingin bergabung di facebook PARI banten Silakan Klik disini www.facebook.com Untuk penertiban seluruh Radiografer yang ada dibanten kami sebagai pengurus PARI Banten akan membuat Formulir pendataan radiografer sekalian, mungkin rekan-rekan sejawat bisa kontak langsung dengan pengurus PARI Banten jika ingin mendapatkan formulirnya.

Surat lamaran Radiografer

18 Jan

Bagi adik-adikku yang ingin membuat surat lamaran radiografer ini contohnya, tapi jangan sama persis ya,…?
Surat lamaran radiografer

OS windows LIVE USB

18 Jan

Jika anda ingin membuat Windows LIVE USB ini langkahnya dan softwarenya:
Tutorial OS Windows live USB

SIR dan SIKR

3 Feb

SIR dan SIKR

SIR dan SIKR merupakan bentuk perizinan untuk petugas radiografer setelah menamatkan pendidikan dari diploma III radiografi.

Banyak radiografer di Indonesia yang belum mengetahui keberadaan SIR dan SIKR, padahal SIR dan SIKR itu merupakan kewajiban yang harus dimiliki oleh seorang radiografer bahwa setiap radiografer harus memiliki Surat Izin Radiografer (SIR) dan Surat Izin Kerja Radiografer (SIKR). Setiap radiografer wajib memiliki SIR dan SIKR. Hal ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 357 Tahun 2006 tentang Registrasi dan Izin Kerja Radiografer. Berikut akan saya bahas sedikit mengenai peraturan ini.

 

Pengertian
Surat Izin Radiografer (SIR) adalah bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan radiografer di seluruh wilayah Indonesia.

Surat Izin Kerja Radiografer (SIKR) adalah bukti tertulis yang diberikan kepada radiografer untuk menjalankan pekerjaan radiografi di sarana pelayanan kesehatan.

Tujuan SIR dan SIKR

Meningkatkan SDM Radiografer yang Professional

Sebagai filter bagi radiografer luar negeri yang akan bekerja di Indonesia

Untuk mendata jumlah radiografer seluruh Indonesia (untuk keperluan kebutuhan radiografer di Indonesia)
Syarat Mendapatkan SIR

Harus seorang radiografer (dalam Permenkes No. 357 Tahun 2006 Bab I Ketentuan Umum, Pasal I ayat 1 dijelaskan bahwa radiografer adalah tenaga kesehatan lulusan Akademi Penata Rontgen, Diploma III Radiologi, Pendidikan Ahli Madya/Akademi/Diploma III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi yang telah memiliki ijazah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku)

Radiografer tadi mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dimana terdapat pendidikan radiografer disitu. Misalnya radiografer lulusan Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Jakarta II yang berada di Kota Jakarta, harus mengajukan permohonan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta, ATRO Jakarta, harus mengajukan permohonan ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta, yang di Semarang ke DinKes Jawa Tengah, ATRO Makassar ke Dinkes Sulawesi Selatan dst.

Permohonan tadi harus dilengkapi dengan :

Fotocopy ijazah radiografer yang disahkan oleh pimpinan penyelenggara pendidikan radiografer.
Surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP).

Pas Foto Ukuran 4 x 6 cm sebanyak tiga (3) lembar

Rekomendasi dari organisasi profesi setempat (PARI Daerah) yang menyatakan bahwa radiografer tersebut layak untuk diterbitkan SIR-nya.

Syarat Mendapatkan SIKR

Mengajukan permohonan SIKR kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat radiografer tersebut bekerja sekarang. Misalnya lulusan Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Jakarta II yang berada di Jakarta, DKI Jakarta, saat ini bekerja di Kota Tangerang, maka radiografer tersebut harus mengajukan permohonan ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk mendapatkan SIKR. (Untuk mendapatkan SIKR harus memiliki SIR terlebih dahulu).


Permohonan tadi harus dilengkapi dengan :


Fotocopy SIR yang masih berlaku


Fotocopy ijazah radiografer yang disahkan oleh pimpinan penyelenggara pendidikan radiografer.


Surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP).


Pas Foto Ukuran 4 x 6 cm sebanyak dua (2) lembar


Surat keterangan telah melaksanakan tugas dari pimpinan Sarana Pelayanan Kesehatan misalnya direktur Rumah Sakit tempat radiografer tersebut bekerja.


Satu SIKR hanya berlaku untuk satu (1) sarana pelayanan kesehatan


Setiap radiografer boleh memiliki maksimal dua (2) SIKR


Masa Berlaku SIR dan SIKR


SIR berlaku selama lima (5) tahun dan dapat diperbaharui kembali jika masa berlakunya telah habis. Jika ingin memperbaharui kembali, maka dapat mengajukan permohonan pembaharuan SIR ke Kepala Dinas Kesehatan Propinsi tempat radiografer tersebut bekerja sekarang (bukan seperti SIR awal). Misalnya radiografer lulusan Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Jakarta II yang berada di Kota Jakarta, DKI Jakarta, sekarang bekerja di Tangerang dan masa berlaku SIR-nya telah habis, maka radiografer tersebut dapat mengajukan permohonan pembaharuan SIR ke Dinas Kesehatan Propinsi Banten. Permohonan pembaharuan ini dilengkapi dengan :

SIR yang telah habis masa berlakunya

Surat Keterangan Sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP)

Pas Foto Ukuran 4 x 6 cm sebanyak dua (2) lembar

Rekomendasi dari organisasi profesi

SIKR berlaku sepanjang SIR belum habis masa berlakunya dan dapat diperbaharui. Pembaharuan SIKR dilakukan dengan mengajukan permohonan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat radiografer tersebut bekerja sekarang. Permohonan pembaharuan ini dilengkapi dengan :
Fotocopy SIR yang masih berlaku

Fotocopy SIKR yang lama

Surat Keterangan Sehat dari dokter yang memiliki SIP

Surat keterangan melaksanakan tugas dari pimpinan sarana pelayanan tempat bekerja

Pas Foto ukuran 4×6 cm dua (2) lembar


Nah buat radiografer yang belum memiliki SIR dan SIKR, segera mengajukan permohonan untuk pembuatan SIR dan SIKR. Pada Permenkes No. 357 Tahun 2006 Bab VII Ketentuan Peralihan Pasal 23 dinyatakan bahwa radiografer yang belum memiliki SIR dan SIKR paling lambat dalam jangka waktu satu (1) tahun harus menyesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini. Sekarang sudah tahun 2008, itu berarti sudah dua (2) tahun berlalu setelah dikeluarkannnya Peraturan Menteri ini. Jadi buat teman sejawat radiografer, segera menghubungi PARI masing-masing daerahnya untuk dilakukan pengurusan SIR dan SIKR secara kolektif. Saya salut buat dua Pengda PARI yang telah melaksanakan pembuatan SIR dan SIKR secara kolektif yaitu Pengda PARI Jawa Tengah dan Pengda PARI Jawa Barat. Malahan Pengda DKI Jakarta yang dekat dengan PARI Pusat belum melakukan apa-apa, ditunggu ya pak. Saya cuma khawatir jika radiografer tidak memiliki SIR dan SIKR, maka ketika undang-undang Praktek Kedokteran yang menyatakan bahwa setiap dokter harus memiliki Surat Izin Praktek (SIP) diberlakukan, maka radiografer pun akhirnya harus mengikuti aturan ini dimana jika seorang tenaga kesehatan yang dalam melakukan pekerjaannya tidak disertai Surat Izin, maka kita akan ditindak secara hukum, karena pekerjaan kita dianggap ilegal oleh hukum karena kita tidak bisa membuktikan bahwa kita adalah seorang radiografer dengan menunjukkan SIR dan SIKR.

 

Radiologi

5 Dec

Nuansa rumah sakit dengan adanya instalasi radiologi maka rumah sakit tersebut menjadi lebih bergengsi apalagi dengan diinstallnya berbagai macam alat radiologi canggih maka semakin naiklah rating yang dicapai oleh rumah sakit tersebut.

Hello world!

5 Dec

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.